ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Hi Milenial, Jajal Kemampuanmu Jadi Kontraktor

Selasa , 22 Oktober 2019 | 10:06
Hi Milenial, Jajal Kemampuanmu Jadi Kontraktor
Kontraktor Muda (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Anak muda biasanya menyukai tantangan. Apalagi dimasa starup. Usaha baru, pasti memiliki pengalaman dan tantangan baru pula. Terjun ke dunia bisnis properti, juga memiliki pengalaman yang menakjubkan juga. Misalnya, menjadi kontraktor.

Pekerjaan yang satu ini, memang identik dengan persaingan yang ketat. Apalagi banyak pemain-pemain lama yang sudah mendapatkan nama dan kepercayaan. Sebagai pendatang baru, bisakah milenial bersaing di dunia konstruksi?

Kontraktor Milenial

Memang merintis usaha konstruksi itu tidak mudah. Ada tantangan yang perlu kita lalui sebelum nama kita mendapat kepercayaan dari klien. Namun, sebagaimana pekerjaan lainnya, merintis karir memang perlu dilakukan sejak dini.
Kuncinya adalah persiapan yang matang! Kalo persiapan kita sudah matang, tentu kita akan lebih yakin untuk maju dan bergabung di dunia konstruksi. Mulai dari masalah legalitas hingga perkaya wawasan mengenai tren konstruksi dan material bangunan, perlu kita lakukan agar mendapatkan kepercayaan dari klien.

Nah, begini persiapan yang perlu dilakukan agar siap terjun ke dunia konstruksi. Ini dia cara menjadi kontraktor untuk milenial.

Magang di Perusahaan Kontraktor

Pepatah mengatakan, “Pengalam adalah guru terbaik” Tepat sekali. Pengalaman bisa mengajarkan kita banyak hal. Banyak hal yang tidak bisa kita pahami hanya dengan sekedar membaca teori. Praktik dan terjun langsung di lapangan akan membuat kita mengerti situasi aktual di dunia konstruksi.

Magang adalah cara terbaik untuk belajar situasi dan praktek lapangan di dunia konstruksi. Apalagi kalau kita bisa ikut langsung proses dari awal tender hingga akhir masa konstruksi. Kita bisa belajar A-Z dan cara mengatasi masalah yang terjadi di lapangan secara langsung.

Memang tidak akan ukuran pasti, berapa lama waktu magang yang diperlukan untuk mendapatkan pengalaman yang cukup. Tapi dalam kurun waktu 5 tahun, kita bisa mendapatkan insight yang cukup dari dunia konstruksi. Selagi magang, kita juga bisa mengumpulkan portofolio sebagai materi presentasi untuk meraih kepercayaan calon klien saat kita sudah membuka praktek sendiri.

Bangun Network!

Your Network is Your Net Worth. Ungkapan ini udah sering kita dengar. Membangun jejaring itu memang penting. Pertama, kebanyakan orang akan percaya dengan orang yang mereka kenal atau rekomendasi dari orang yang mereka kenal. Calon klien pertama itu, biasanya banyak yang datang dari relasi atau kenalan.

Kedua, merintis kepercayaan dari orang terdekat. Umumnya mereka tidak akan segan untuk memberi proyek kepada kita. Makanya, sebagai calon kontraktor, kita harus banyak bergaul. Apalagi sekarang banyak acara networking yang diadakan oleh coworking space. Manfaatkan acara seperti ini untuk mulai mempromosikan dan membangun jejaring pertemanan yang bermutu.

Fokus, Fokus, Fokus!

Banyak yang mengerti cara menjadi kontraktor, tapi sedikit yang bertahan karena tidak bisa menentukan fokus utama bisnis mereka. Menerima semua jenis pekerjaan bukan hal bijak. Apalagi kalau pekerjaan tersebut bukan bidang keahlian kita.

Sebaiknya kita tentukan jenis usaha dan fokus bisnis kita. Menjadi ahli di bidang tertentu akan membuat kita menjadi pemain terdepan dan mendapat pengakuan dari klien maupun calon klien. Pekerjaan kita pun akan berkualitas karena memang kita paham betul seluk beluk pekerjaan tersebut.
Persiapkan Izin Usaha

Masalah administrasi umumnya terasa rumit. Tapi bukan berarti hal ini bisa dilewatkan. Masalah legalitas sangat penting untuk memulai usaha. Apalagi bila usaha tersebut melibatkan banyak pihak. Dengan adanya izin usaha yang sah, artinya kegiatan usaha kita dilindungi secara hukum. Dan ini akan membantu kita saat berhadapan dengan masalah-masalah proyek yang terkait dengan legalitas.

Lakukan Promosi

Supaya usaha kita dikenal, lakukan promosi. Apalagi sekarang semakin mudah dengan adanya media sosial. Tinggal mengatur target pasar serta daerah yang ingin dijangkau, kita bisa mengiklankan usaha kita di media sosial dengan jangkauan yang luas.

Promosi juga akan membantu meningkatkan brand awareness usaha di mata publik. Ibaratnya, dari mata turun ke hati. Dengan menampilkan promosi kegiatan usaha yang tengah dibangun, calon klien akan melihat dan mungkin akan memberikan proyek suatu hari nanti.

Update Tren Konstruksi dan Material Bangunan

Supaya bisa terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, kita perlu membangun wawasan. Apalagi saat ini teknologi konstruksi terus berkembang dengan pesat. Misalnya saat ini banyak orang yang membicarakan BIM atau Building Information Modelling sebagai masa depan dunia konstruksi. Data tentang proyek maupun bangunan dianggap sebagai salah satu kunci konstruksi yang efisien.

Kita juga perlu menambah wawasan tentang berbagai macam material bangunan. Apalagi klien yang akan kita hadapi nanti bisa saja datang dengan kebutuhan dan budget yang berbeda-beda. Sehingga kita perlu memberikan alternatif atau solusi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR