ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Tren Marketing Online Stabilkan Pasar Properti

Selasa , 01 September 2020 | 12:47
Tren Marketing Online Stabilkan Pasar Properti
Pasar properti masih stabil (Net)
POPULER

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Di tengah masih berlanjutnya masa pandemi, sektor bisnis mulai gencar berinovasi agar roda perekonomian tetap berjalan. Tak terkecuali sektor properti yang sempat mengalami guncangan di awal badai pandemi ini.

Namun untunglah, kebijakan Pemerintah yang menerapkan kebijakan new normal, membuat dunia usaha tetap berjalan. Bahkan di bidang properti, lambat laun kebijakan ini memberikan dampak positif kian hari.

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HlPMI Kabupaten Klungkung, I Dewa Gede Arimbawa mengatakan bahwa saat pandemi COVID-19, tren pemanfaatan bisnis yang dilakukan secara online, memiliki peluang dan nilai jual yang tinggi.

"Sejak pandemi trennya memang mengarah ke sana (sistem online). Para anggota HIPMI mulai aktif menggunakan media sosial dalam memasarkan produknya. Apalagi Klungkung dikenal dengan songket dan endeknya," jelas I Dewa Gede Arimbawa, dilansir Antara.

Ia menjelaskan bahwa HIPMI Klungkung memiliki anggota sekitar 30 orang. Rata-rata bisnisnya mayoritas bergerak di bidang retail, kerajinan, begitu juga endek dan songket khas Klungkung serta konfeksi.

Menurutnya, permintaan kain endek dan songket khas Klungkung banyak diminati konsumen baik lokal maupun nasional. Motif wayang bali, batik dan kebudayaan Bali menjadi daya tarik.

Selain itu, ada yang bergerak di bidang kerajinan perak, uang gepeng, seni ukir khas kamasan, dan kontsruksi seperti properti. "Beberapa usaha kerajinan dulunya tidak ada yang online. Sejak COVID ini karena tidak ada permintaan sama sekali sehingga beralih memanfaatkan media sosial," jelasnya.

Kedepannya akan memperkuat platform online, seperti kolom website, media sosial dan aplikasi online lainnya. Proses adaptasi dituntut sebagai pengusaha muda, mulai dari memunculkan inovasi baru, dan memanfaatkan segala peluang.

"Rata-rata teman-teman HIPMI mengalami penurunan 40 persen sampai 60 persen. Makanya dipaksa harus jeli liat pasar, kalau retail banyak yang manfaatin buat APD, masker. Kalau situasinya hotel yang ditagihin enggak beroperasi sehingga pembayaran jadi macet," ucap Dewa Arimbawa.

Ia mengatakan bahwa saat ini tuntutan pasar juga dominan memanfaatkan sistem online. Berbisnis secara online, tentu memiliki dampak positif, mulai dari bekerja dari rumah, meminimalisir gagap teknologi dan mendapat jangkauan konsumen yang lebih luas.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR