ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Dramaga, Lokasi Primadona Rumah Bersubsidi

Selasa , 24 November 2020 | 13:53
Dramaga, Lokasi Primadona Rumah Bersubsidi
Perumnas Dramaga, Bogor (Net)
POPULER

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Kawasan Bogor, Jawa Barat, masih menjadi lahan favorit para pemburu hunian berbiaya murah. Selain daerah ini masih menyediakan beragam kavling sebagai tempat tinggal, kota talas ini terbilang mudah untuk dijangkau lantaran moda transportasi KRL, angkutan umum rakyat.

Pemerintah Daerah setempat juga berupaya menyiapkan aneka lokasi yang memancing minat masyarakat, yang tidak menyukai tinggal di apartemen atau rumah susun. Daerah yang masih menjadi incaran adalan Dramaga yang menempel dengan kampus Institus Pertanian Bogor (IPB). Kampus negeri yang juga menjadi lembaga yang paling banyak diminati masyarakat, hingga ke pelosok daerah Indonesia.

Di areal ini terdapat rumah subsidi yang hingga kini, meski pandemi tetap menghantui, minat masyarakat membeli properti masih terbilang stabil.

Ada beberapa faktor yang membuat rumah subsidi di Dramaga diminati masyarakat berpenghasilan menengah-bawah atau rendah (MBR). Pertama, mudah diakses dari Kota Bogor karena tersedia angkutan kota 24 jam nonstop. Diakses dari Jakarta pun tidak sulit. Dari Stasiun Bogor yang menjadi titik akhir kereta komuter rute Jakarta-Bogor juga tidak seberapa lama. Jika naik sepeda motor dari stasiun ke masing-masing perumahan subsidi itu sekitar 15-20 menit saja.

Kedua, lingkungannya hijau, udaranya sejuk, dan pemandangan alam sekitarnya menarik. Satu hal yang sangat penting, air tanahnya jernih. Ketiga, kawasannya sedang berkembang, fasilitas juga semakin memadai, baik sarana pendidikan, kesehatan, maupun tempat belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keempat, kualitas pengembangan perumahan subsidinya rata-rata cukup baik. Kelima, prospek kawasannya juga menjanjikan, meskipun para MBR membeli rumah di sini belum tentu karena alasan itu.

Keenam, kawasan di Bogor barat ini rencananya juga akan dilalui jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) ruas Bojonggede-Dramaga-tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi). Jalan tol ini merupakan kelanjutan tol BORR Sentul Selatan-Kedung Badak-Yasmin-Salabenda Junction-Bojonggede yang kelak terkoneksi juga dengan tol Antasari (Jakarta Selatan)-Depok-Bojonggede. Jika rencana pembentukan Kabupaten Bogor Barat terealisasi dan jalan tol itu terealisasi semua (saat ini dalam proses penuntasan pembangunan), maka perumahan-perumahan subsidi tersebut diproyeksikan akan meloncat harganya. Jadi, harga rumah Rp168 juta yang cicilannya sekarang Rp1,3 jutaan per bulan (DP lima persen dan angsuran 20 tahun) itu, dalam lima tahun ke depan akan terasa jauh lebih ringan.

Persyaratan rumah bersubsidi

Rumah dengan bersubsidi, maka Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya ditanggung pemerintah, dan bunganya juga disubsidi sehingga flat atau tetap sebesar lima persen per tahun hingga 20 tahun, pembelinya juga dibatasi hanya mereka yang belum memiliki rumah dan penghasilan per bulannya maksimal Rp8 juta (take home pay atau penghasilan bersih yang dibawa pulang).

Syarat belum memiliki rumah itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Belum Memiliki Rumah (SKBMR) yang ditandatangani RT, RW, dan Lurah masing-masing. Sedangkan untuk keterangan penghasilan diperkuat dengan copy bukti pembayaran Pajak Penghasilan pribadi (PPh) Pasal 21. Untuk syarat lainnya standar, seperti pengajuan KPR pada umumnya, seperti data diri KTP suami istri, Kartu Keluarga, Buku Nikah, dan NPWP. Sedangkan data lainnya mencakup SK Pengangkatan Pegawai, slip gaji tiga bulan terakhir, copy rekening di bank 3-6 bulan terakhir, dan ;ain-lain.

Perumnas Dramaga

Perumahan subsidi siap huni paling dekat dengan Kota Bogor dan kampus IPB University adalah Perumnas Dramaga yang terletak di Jl Raya Cibungbulang. Lokasinya persis di pinggir jalan provinsi yang dilalui angkot rute terminal Leuwiliang-Bubulak. Di perumahan yang luasnya hampir 40 ha ini Perumnas akan membangun rumah sebanyak 2.300 unit plus sejumlah ruko. Sekitar 1,500 unit di antaranya merupakan rumah subsidi yang tersebar di tiga klaster: Papandayan, Pangrango, dan Ciremai.

Klaster Papandayan paling lengkap tipe rumahnya. Ada tipe 21/60, 36/60, dan 28/72. Hanya tipe 36/60 dan 28/72 sudah terjual habis. Tipe 21/60 pun tinggal tersisa kurang dari 10 unit yang harga per unitnya dibandrol Rp145 juta. Di klaster Pangrango masih ada rumah subsidi sekitar 10 persen atau 50 unit lagi yang dipasarkan, seluruhnya tipe 28/72 seharga Rp165 juta. Saat ini developer mulai memasarkan klaster Ciremai sekitar 500 unit, seluruhnya tipe 27/72 seharga Rp165 juta/unit. Semua rumah yang dipasarkan sudah siap huni. Untuk membeli rumah tersebut konsumen yang seharusnya membayar uang muka Rp18 jutaan, karena disubsidi developer , cukup Rp14 juta saja. Harga sudah termasuk uang muka lima persen, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), akte jual beli (AJB), dan Biaya KPR.

Keunggulan lain Perumnas Dramaga dinding rumahnya dibuat seperti apartemen, memakai beton pracetak. Jadi, semua dindingnya dicetak dulu sebelum dipasang. Tebal beton 10 cm. Setelah terpasang dinding dirapikan dan dicat. Sementara untuk rangka atap menggunakan baja ringan dengan penutup genteng metal berpasir, lantai keramik, kusen alumunium, jendela nako, daun pintu dobel triplek, serta partisi kamar menggunakan material gipsum. Keuntungan memakai beton pracetak, bangunan rumah lebih presisi, tampilannya rapi, tidak ada dinding yang retak, dan lebih tahan gempa dibandingkan rumah berdinding batako.

Nah, apakah Anda tertarik untuk tinggal di kawasan ini? Dengan kemudahan sarana transportasi, kawasan ini dipastikan bakal cemerlang di waktu mendatang.

 

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR