ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Rumah Lamin, Paling Ideal Antisipasi Cuaca Pancaroba

Sabtu , 19 Oktober 2019 | 11:08
Rumah Lamin, Paling Ideal Antisipasi Cuaca Pancaroba
Rumah Lamin, rumah adat Kalimantan Timur (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Arsitektur rumah tinggal secara umum dalam kehidupan manusia memiliki fungsi, peran dan makna universal yang relatif sama. Diantaranya, sebagai tempat berlindung dari kondisi alam dan lingkungan yang tidak bersahabat,sebagai tempat bersosialisasi, berinteraksi dan membina keluarga, sebagai setatus sosial yang mencerminkan pribadi pemilik dalam komunitas masyarakat maupun budayanya.

Rumah Lamin merupakan rumah adat Kalimantan Timur yang dihuni secara berkelompok, dilandasi atas dasar nilai-nilai kebersamaan. Hal ini terlihat ketika sedang dilaksanakan upacara-upacara adat dimana seluruh penghuni terlibat dengan penuh antusias mengikutinya. Biasanya upacara selalu diawali dengan saling berbalas pantun, mulai dari upacara beliatn (mengobati Orang Sakit) Upacara Kwangkai Pada Orang meninggal, dan sebagainya. Misalnya pada upacara perdamaian(upacara Tepung Tawar) dari seluruh pihak yang saling berdamai akan saling mengoleskan tepung beras yang telah dicampur air kepada pihak yang diajak berdamai.

Unsur Bangunan Mendukung Sirkulasi Udara

Secara Geografis wilayah Kabupaten Kutai Barat KalimantanTimur memiliki struktur tanah gambut yang dibawahnya banyak kandungan mineralnya terutama batu bara. Kutai Barat juga berada pada jalur garis katulistiwa, dengan kondisi lingkungannya yang mayoritas mesih tertutup hutan hujan tropis yang lebat.

Hal ini mengakibatkan kondisi iklim dan cuaca yang sangat panas dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Sehingga arsitektur rumah lamin yang berupa rumah panggung, berbentuk kotak memanjang, yang menggunakan dinding kulit kayu, dengan atap pelana dari sirap akan sangat sesuai dengan kondisi iklim setempat. Lantaran dapat menghindari panas lembab dari tanah, sirkulasi udara dalam ruang lancar.

Kondisi ini juga didukung dari tekstus dinding dan lantai yang cukup berpori sehingga sirkulasi udara berjallan dengan baik. Selain itu, atap pelana yang membujur dati timur ke barat juga sangat optimal dalam mengantisipasi radiasi sinar matahari. Sehingga tidak mengherankan ketika memasuki ruangan, area terasa sejuk, dan bahkan seluruh bangunan menggunakan bahan yang ramah lingkungan tanpa paku karena seluruhnya mengandalkan tali temali yang diambil dan dibuat dari tanaman hutan.

Struktur Rumah yang Multifungsi

Selain mengantisipasi kondisi iklim struktur panggung rumah lamin juga berfungsi sebagai tempat pertahanan dari serangan binatang buas maupun serangan dari suku lain.

Kolong rumah panggung ini biasanya juga difungsikan sebagai kandang babi, dan beberapa ekor anjing yang biasa digunakan sebagai sensor keamanan dan dapat membantu dalam berburu.

Tangga naik ke rumah lamin dibuat dari batang kayu yang utuh dimana satu sisi dibentuk anak tangga dan sisi satunya tetap silinder dimana jika siang hari sisi anak tangga di buat menghadap keatas sebagai sarana naik-turun bagi penghuninya. Namun pada malam hari posisinya dibalik sehingga sisi silinder yang berada diatas sehingga binatang merayap seperti ular tidak bisa naik ke lamin.

Tiga Ruang Pokok bagi Keluarga Besar

Tata ruang Rumah Lamin terdiri dari 3 tiga ruang pokok yaitu dapur, bilik dan ruang tamu. Karena rumah lamin dihuni secara berkelompok bisa ratusan kepala keluarga sehingga tiap keluarga memiliki satu ruang dapur. Terdiri atas, satu bilik kusus bagi yang sudah menikah dan satu ruang tamu yang cenderung sebagai ruang publik. Karena memanjang menjadi satu ruang disepanjang depan bilik-bilik keluarga. Selain sebagai ruang pertemuan, ruang tamu, maupun ruang keluarga, ruangan ini berfungsi sebagai tempat tidur bagi anak-anak yang belum berkeluarga.

Filosofi Warna dan Gambar dalam Rumah

Ukiran ataupun lukisan pada rumah lamin biasanya berbentuk stilasi dari manusia ,hewan maupun raksasa dengan menggunakan warna warna tertentu. Misalnya warna kuning yang melambangkan kekayaan, Keluhuran dan keagungan. Warna merah melambangkan keabadian, warna putih melambangkan kesucian dan kesederhanaan, serta warna hitam yang melambangkan penolak bala ( penolak bencana).

Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan

Rumah lamin sebagai rumah adat suku Dayak merupakan bentukan arsitektur yang sangat baik dalam mengantisipasi kondisi iklim dan lingkungan tropis lembab. Penggunaan bahan-bahan bangunannya pun, bisa dikatakan 100 persen ramah lingkungan karena sepenuhnya dari hasil hutan. Unsur lainnya, penggunaan struktur tali temali yang dapat diadopsi dan dikembangkan.

Rumah lamin banyak memuat tatanan dan ajaran yang baik bagi kehidupan bersama. Hal ini dapat diadopsi dan dikembangkan dalam kehidupan modern, berbangsa dan bernegara.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR