ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Begini Cara Memilih KPR yang Cocok untuk Anda

Senin , 07 Mei 2018 | 06:00
Begini Cara Memilih KPR yang Cocok untuk Anda
Ilustrasi: Cara memilih KPR yang cocok untuk Anda. (Net)
POPULER

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hampir sama rumitnya seperti saat Anda menentukan pilihan rumah yang akan dibeli. Bukan apa-apa, saat ini hampir semua bank menawarkan fasilitas KPR termasuk juga promo menarik, mulai dari bunga rendah hingga hadiah fantastis yang membuat Anda tergoda.

Meskipun demikian disarankan Anda untuk super hati-hati dan teliti. Salah saja Anda memilih KPR untuk rumah idaman, mau tidak mau Anda harus menjalani tenor cicilan yang sudah disetujui sampai puluhan tahun.

Jadi sebelum memilih, baiknya Anda mengetahui beberapa trik penting dibawah ini sebagaimana dilansir dari laman cermati:

1. Cari Tahu Informasi Semua Penyalur KPR
Ada puluhan bank yang menyalurkan kredit untuk perumahan. Luangkan waktu Anda untuk mencari tahu tentang kelebihan dan kekurangan setiap bank. Pastikan Anda tahu dengan detail soal suku bunga, persyaratan permohonan, dan kemudahan yang bisa Anda terima.

Bersyukurlah karena Anda hidup di era internet dimana Anda bisa mengunjungi website setiap bank dan bisa menghemat waktu dibanding harus berkunjung langsung ke bank hanya untuk mendapatkan informasi.

Selain mencari informasi sendiri, disarankan untuk bertanya pada teman, saudara, atau tetangga yang pernah mengambil fasilitas KPR. Informasi ini biasanya sangat berharga karena Anda langsung tahu dari tangan pertama nasabah KPR.

2. Mengetahui Suku Bunga yang Berlaku
Biasanya bank memberlakukan beberapa jenis sistem bunga pada KPR yaitu fixed rate (tetap), floating rate (mengambang) dan kombinasi antara fixed dan floating rate. Namun kebanyakan dari bank lebih suka mengunakan sistem kombinasi untuk menarik nasabah KPR.

Sistem kombinasi ini maksudnya dengan memberlakukan suku bunga tetap selama beberapa tahun dengan bunga rendah, setelah masanya habis, suku bunga akan bergerak sesuai dengan kondisi bunga di pasaran yang ditentukan oleh Bank Indonesia (BI) alias floating rate.

Khusus KPR yang disalurkan oleh bank syariah biasanya menganut sistem cicilan yang flat alias tetap karena tidak mengunakan suku bunga, melainkan bagi hasil. Pastikan Anda bisa memilih sistem bunga mana yang terbaik dan cocok untuk Anda dan juga kantong.

3. Hitung Suku Bunga Cicilan
Nah setelah Anda tahu sistem bunga yang diberlakukan bank, saatnya membuat ancer-ancer cicilan KPR. Jangan malas untuk membuat hitungan sendiri. Seandainya bank memberi promo bunga ringan alias fixed rate sebesar 9 persen selama 2 tahun, Anda harus tahu ancer-ancer berapa cicilan KPR setelah masa “bulan madu” selesai.

Pastikan Anda tahu berapa bunga cicilan tertinggi KPR di bank yang bersangkutan. Hitung-hitungan ini sangat penting untuk menghindari Anda mengalami sport jantung karena cicilan berubah secara ekstrim setelah promo selesai.

4. Banyak Bertanya
Adagium kalau malu bertanya sesat dijalan itu memang benar adanya. Jadi sebelum Anda terjebak memilih KPR yang salah, Anda jangan sungkan bertanya pada pegawai bank atau penyalur KPR. Beberapa pertanyaan yang harus terjawab misalnya:
Berapa denda keterlambatan pembayaran cicilan KPR?
Bagaimana proses pelunasan KPR sebelum tenor cicilan berakhir?
Bunga tertinggi fasilitas KPR di bank tersebut setelah promo berakhir?
Proses permohonan KPR berikut berkas yang harus dilengkapi?
Berapa biaya proses KPR yang harus dibayar?
Dan lain-lain

Jangan takut kalau Anda dianggap cerewet. Biasanya pihak bank akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Anda.

5. Selalu Bandingkan dengan Kemampuan
Saat Anda mengambil keputusan untuk memohon KPR pada bank, Anda harus memastikan kalau Anda mampu memenuhi cicilan KPR hingga waktu tenor habis. Jangan sampai Anda hanya membayar beberapa tahun kemudian mengalami gagal bayar. Akibatnya cukup fatal karena rumah idaman bisa disita bank dan Anda mengalami kerugian.

Cicilan kredit seharusnya “hanya” 30 persen dari total pendapatan bulanan yang Anda peroleh. Lebih dari jumlah itu berarti keuangan Anda dalam bahaya. Sebaiknya memilih KPR dengan bunga yang rendah seperti KPR BRI Agro Griya, Mandiri KPR Angsuran Berjenjang atau KPR CIMB Niaga X Tra.

Persiapkan Rencana KPR dengan Baik
Untuk mencegah hal ini, disarankan Anda yakin betul dengan hitungan ancer-ancer KPR Anda. Kalau jumlah cicilan masih dianggap besar dan memberatkan, Anda bisa membayar uang muka alias down payment (DP) dengan jumlah lebih besar sebagai solusi. Tidak mau ribet mencari KPR di bank, cek saja di sini, mudah dan cepat.

Nah, selamat berburu KPR!

KOMENTAR