ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Begini Cara Mendaftarkan Hak atas Status Tanah

Jumat , 08 Februari 2019 | 11:44
Begini Cara Mendaftarkan Hak atas Status Tanah
Pendaftaran hak atas status tanah. (Net)

TIDAK semua masyarakat mengetahui apa saja bukti kepemilikan, lebih lebih prosedur mendapatkan hak atas tanah dan bangunan yang Sah secara hukum. Di Samping itu, ada anggapan bahwa mendapatkan bukti kepemilikan memerlukan waktu yang lama dan sulit. Karena hal inilah, banyak masyarakat yang mengabaikan bukti kepemilikan tanah dan bangunan mereka. Berikut ini aturannya,

Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali
Pendaftaran pertama kali adalah pendaftaran terhadap objek tanahyang belum pernah terdaftar menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997. Pendaftaran tersebut meliputi:

1. Pengumpulan dan pengolahan data fisik, Kegiatan yang termasuk didalamnya adalah:

Pembuatan peta dasar pendaftaran.
Penetapan batas bidangbidang tanah.
Pengukuran dan pemetaan bidangbidang tanah.
Pembuatan peta pendaftaran.
Pembuatan daftar tanah.
Pembuatan Suratukur.

2. Pembuktian hak dan pembukuannya

Pembuktian hak atas tanah baru dari tanah negara atau tanah Hak Pengelolaan (HPL) ditetapkan oleh pejabat berwenang menurut ketentuan yang berlaku. HPL dibuktikan dengan penetapan Hak Pengelolaan (HPL) oleh pejabat yang berwenang. Tanah wakaf dibuktikan dengan Akta Ikrar Wakaf. Hak milik atas Satuan Rumah Susun dibuktikan dengan Akta Pemisahan dan Hak Tanggungan (HT) dibuktikan dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan

Hak atas tanah yang berasal dari konversi hak-hak lama dibuktikan dengan alat-alat bukti, berupa bukti tertulis, keterangan para saksi, dan atau pernyataan dari yang bersangkutan. Ketika bukti ini sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku, panitia ajudikasi mendaftarkan hak untuk menjadi pemegang hak dan menerima hak-hak lain yang membebaninya.

Apabila alat-alat pembuktian tidak lengkap, pembukuan hak dapat dilakukan berdasarkan surat penguasaan fisik bidang tanah yang bersangkutan selama 20 tahun atau lebih secara berturut-turut oleh pemohon pendaftaran dan pendahulu-pendahulunya. Penguasaan tersebut dilakukan secara terbuka dan mempunyai iktikad baik, diperkuat oleh keterangan para saksi yang dapat dipercaya, dan tidak dipermasalahkan oleh masyarakat / lembaga adat/pemerintah desa setempat.

Pembuktian kebenaran alat bukti dilakukan oleh panitia ajudikasi. Kegiatan ini meliputi pengumpulan dan penelitan data yuridis mengenai bidang tanah. Kegiatan ini termasuk dalam periode pendaftaran secara sistematis oleh kepala kantor pertanahan. Hasil dari pengukuran bidang tanah ini akan diumumkan selama 30 hari untuk pendaftaran tanah secara sistematis, kegiatan pendaftaran

untuk pertama kali secara serentakyang meliputisemua objek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa atau kelurahan, atau 60 hari dalam pendaftaran tanah Secara sporadis, kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa objek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desakelurahan, yang dilakukan secara individual atau massal.

3. Penerbitan sertifikat.

Setelah surat surat sudah lengkap dan memenuhi persyaratan tinggal menunggu penerbitan sertifikat.

4. Penyajian data fisik dan data yuridis.

Penyajian data fisik meliputi kepastian mengenai letak, luas, batas tanah, dan bangunan yang dimakSud. Data yuridis adalah dasar hubungan hukum antara pemegang hak dengan tanahyang dimaksud.

5. Penyimpanan daftarumum dan dokumen.

Ketika daftar umum dan dokumen sudah lengkap kemudian dilakukan penyimpanan.

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR