ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Apartemen Masih Menjadi Andalan Investasi Generasi Milenial

Jumat , 18 Januari 2019 | 09:51
Apartemen Masih Menjadi Andalan Investasi Generasi Milenial
Konsep apartemen masih diminati kaum milenial (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Apartemen masih menjadi andalan investasi, karena properti ini memiliki prospektif yang bagus. Apalagi jenis hunian vertikal ini, juga disasar generasi milenial lantaran fasilitasnya yang beragam seperti akses transportasi mudah dan harga terjangkau. Lokasi yang strategis dan akses yang gampang, memang menjadi pertimbangan kaum milenial memiliki hunian dengan konsep simpel. Yang menjadi pilihan biasanya apartemen di kawasan pinggiran berkonsep transit oriented development (TOD) dengan fasilitas lengkap yang kini banyak ditawarkan pengembang.

“Milenial punya potensi cukup besar untuk menjadi pasar prospektif karena dengan cicilan yang terjangkau serta kemudahan pembayaran, mereka sudah bisa memiliki hunian layak huni, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi,” kata Paulus Totok Lusida, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (Sekjen DPP REI).

Untuk jenis hunian vertikal, seperti apartemen dan kondominium, pertumbuhan penjualan hunian segmen menengah dan atas diproyeksikan tetap menjanjikan serta bisa tumbuh lebih baik pada tahun ini, khususnya bagi kaum milenial. Pengembang musti memahami kebutuhan kaum muda tersebut sehingga tertarik untuk berinvestasi properti.

Di sisi lain, kondisi pasar properti di tahun 2019 ini diproyeksi bakal tetap stabil, kendati ada momen pemilihan presiden (pilpres). Menurut Totok, tahun politik sejatinya tidak berpengaruh pada kondisi dunia properti. Bahkan fakta itu juga sudah terbukti pada 10 tahun terakhir. Ia justru memberi penekanan pada gejolak ekonomi dunia. “Karena itu, perlu kebijakan-kebijakan relaksasi untuk menggairahkan dunia properti yang akan ikut mendorong pertumbuhan di sektor lain. Butuh perhatian pemerintah juga,” ujar Totok.

Lebih lanjut Totok menambahkan, beragam relaksasi kebijakan, seperti loan to value (LTV) dari Bank Indonesia maupun di sektor perpajakan, dapat mendorong minat masyarakat dan penjualan properti. REI pun saat ini tengah mengusulkan program untuk memberikan kemudahan bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun Polri agar membeli rumah non-MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengakui, mayoritas developer masih merencanakan pengembangan apartemen strata menengah dan atas pada rencana pengembangan 2019. Langkah ini didukung optimisme pengembang melihat situasi ekonomi Indonesia yang masih positif hingga akhir 2018.

Ali menambahkan, dampak signifikan penjualan properti baru terasa di segmen menengah ke atas dengan nilai jual di atas Rp1 miliar. “Siklus properti tengah naik dan tahun politik akan sedikit menghambat investasi properti, terutama yang bernilai di atas Rp1 miliar,” ujarnya. Ali meyakini, properti di pinggiran Jakarta untuk 2019 akan tetap positif.

Nah, bila ingin memastikan pertumbuhan properti Indonesia, bisa berkunjung di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) pada 2 – 10 Februari 2019 mendatang, di Jakarta Convention Center (JCC).

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR