ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Jelang Kenaikan Bunga KPR Tahun Depan

Kamis , 06 Desember 2018 | 16:40
Jelang Kenaikan Bunga KPR Tahun Depan
Kenaikan bunga KPR sebesar 10 persen (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Langkah Bank Indonesia (BI) dalam mengambil kebijakan menaikan BI 7 Days Reverse Repo Rate, ditengarai bakal mempengaruhi jagad penjualan properti tanah air. Peminat investasi dibidang ini pun, dihimbau untuk bersiap-siap karena bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik tahun depan.

Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan suku bunga BI akan kembali naik tahun depan hingga 6,5%. Kendati demikian, penyesuaian ke KPR tidak sampai diatas 10%.

Menurut Andry, naiknya bunga KPR tidak berpengaruh ke pembelian properti karena masih banyak backlog. Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan masih memimpin mayoritas belum memiliki rumah. Amatannya, Banyak promo penyaluran KPR tersebut. Namun, untuk apartemen masih 51% apartemen dan sistem pengembalian properti 72% dari non FLPP, KPR masih jadi yang utama buat perbankan.Sementara itu, dilihatnya perbankan memiliki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang rendah untuk KPR. Beberapa daerah rendah NPL-nya seperti di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Nilai kreditnya yang besar di Jawa Barat Rp88 triliun, terus ada DKI Jakarta untuk penyaluran kredit baru. Di Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan penyaluran kredit besar, NPL masih dijaga," tutur Andry. Sedangkandi daerah lain seperti Sumatra dan Kalimantan, menurut Andry masih bisa tumbuh. Syaratnya, harga komoditas membaik, terutama di Sumatra. "Harga minyak naik, tapi CPO dan karet turun. Harga batubara naik, tapi sekarang turun lagi," paparnya, di Jakarta, kemarin.

Director PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo juga mengatakan, suku bunga perbankan akan mengalami kenaikan ke depanya, seiring kenaikan suku bunga acuan. Namun, hal tersebut hanya berlaku untuk pinjaman perseroan, tidak untuk Kredit Perumahaman (KPR).

Menurutnya, ketika bunga pinjaman lain mengalami kenaikan, sampai saat ini perbankan belum menaikkan bunga kredit sebab mengejar portofolio. Dia memperkirakan kenaikan bunga KPR akan dilakukan tahun depan.

Olivia mengakui, perbankan tidak akan terus menahan bunga KPR, tetapi kenaikannya tidak besar. Bahkan dia memastikan kenaikannya tidak mencapai dua digit. "Memang trendnya naik kalau lihat secara tenor kan panjang, kalau naik pun tidak terlalu besar selisihnya. Saya tidak melihat double digit dalam waktu dekat," tandasnya.

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR