ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Hunian TOD Dongkrak Investasi Kota Depok

Senin , 03 Juni 2019 | 10:29
Hunian TOD Dongkrak Investasi Kota Depok
Hunian TOD Kota Depok (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Kota Depok masih menjadi kawasan menggiurkan untuk menanam investasi, khsususnya bidang properti. Kawasan yang berada di luar DKI Jakarta ini, terus memperlihatkan pertumbuhannya di dunia pendidikan, usaha, dan bisnis. Daerah yang paling diburu adalah sekitar Kampus Universitas Indonesia, hingga Stasiun Depok Baru. Tidak hanya pengembang swasta, bahkan perusahaan BUMN pun berebut ceruk pasar yang sama. Sementara yield dari sewa berkisar antara 8-10 persen.

Perkembangan menggembirakan yang membuat kota dodol ini makin menggoda adalah, terbangunnya Hunian dengan pendekatan transportasi massal atau Transit Oriented Development (TOD). Tidak hanya di Jakarta yang mengitari sekitar simpul stasiun MRT atau LRT, bahkan hingga kota penyangga pun telah menjamur.

Salah satunya adalah hunian TOD di koridor Jalan Margoda Raya, Kota Depok yang berada di sekitar stasiun commuter line. Sebut saja di sekitar Stasiun UI dan Pondok Cina, hingga Depok Baru yang ‘dikrubuti’ oleh beberapa proyek TOD, terutama adalah hunian vertikal atau apartemen.

Beberapa hunian TOD di Margonda Depok tersebut, seperti Female Apartment yang mengkhususkan penghuninya adalah kaum hawa. Kemudian ada Taman Melati Margonda yang dibangun oleh PT Adhi Persada Properti dan Evenciio Margonda yang dikembangkan ole PP Properti. Ada pula Mahata Margonda yang merupakan proyek kolaborasi antara Perum Perumnas dan PT KAI, hingga Metro Stater yang dikembangkan oleh Trivo Group di lahan bekas Terminal Depok.

Berikut adalah pilihan hunian TOD di Margonda Depok dengan potensi investasi cukup menjanjikan:

Evenciio Margonda

Apartemen bebas narkoba pertama yang telah menjalin kerjasama dengan BNN adalah Evenciio Margonda yang dikembangkan oleh PP Properti. Boleh dibilang sebagai apartemen ikonik di Kota Depok. Bangunan tertinggi di Depok mencapai 37 dengan desain yang tidak monoton, serta fasad dan struktur yang beda dari lainnya. Bedanya lagi, Evenciio mendevelop indirect system toilet atau sistem toilet yang anti bocor. Bahkan beberapa material tertentu didatangkan langsung dari Korea. Evenciio terdiri dari dua tower, dimana tower pertama terjual 95 persen dan kedua sekitar 25 persen. Ada sekitar 80-an persen pembeli adalah investor dan mereka memang mengincar market sewa dengan yield 8-10 persen. Olehkarenanya, Evenciio pun menyediakan pilihan unit khusus bagi investor, yakni dual key dan triple key.

Taman Melati Margonda

Taman Melati Margonda berada koridor di Jalan Margonda Raya, Depok, di sisi kampus UI yang juga dekat Sasiun Commuter Line UI. Apartemen dikembangkan oleh PT Adhi Persada Properti (APP), anak usaha PT Adhi Karya Tbk. Proyek ini terdiri dari beberapa tower dimana Grand Taman Melati Margonda sebanyak 506 unit apartemen sudah beroperasi. Sementara Grand Taman Melati Margonda 2 sebanyak 939 unit adalah tower ketiga yang mulai melakukan serah terima pada awal Februari 2019 lalu. Adapun proyek hunian yang menargetkan pasar mahasiswa ini mulai dibangun sejak tahun 2017 lalu.

Mahata Margonda

Sementara di sekitar Stasiun Pondok Cina pun sudah ada beberapa apartemen yang mengincar potensi investasi di sana. Salah satunya adalah Perum Perumnas melalui Mahata Margonda yang menempel langsung dengan stasiun. Proyek kerjasama dengan PT KAI mulai dibangun awal Oktober 2018 dan saat ini konstruksi fisiknya sudah mencapai 30%. Mahata Margonda terdiri dari 2 tower dengan total sebanyak 898 unit dan diproyeksikan rampung pada semester I 2020. “Tower 1 sebanyak 436 unit dan tower 2 sebanyak 462 unit apartemen,” ujar Anna Kunti, Direktur Pemasaran Perum Perumnas. Tingginya permintaan akan hunian TOD, Perumnas pun meluncurkan Tower Galioleo sebagai tower kedua Mahata, pada akhir April lalu. Bahkan akan pula dilengkapi dengan skybridge ke Universitas Indonesia. Saat ini dijual mulai Rp400-900 jutaan, padahal saat awal dipasarkan mulai Rp200 jutaan. Mahata Margonda merupakan proyek kedua dari kolaborasi Perum Perumnas dan PT KAI. Sebelumnya telah mulai dibangun apartemen TOD yang nantinya berada persis di atas Stasiun Tanjung Barat, Jakarta.

Metro Stater

Salah satu hunian berkonsep TOD yang menempel langsung dengan Stasiun Depok Baru adalah Metro Stater. Proyek yang juga disebut TOD Metro DeBar ini dikembangkan oleh Trivo Group di lahan bekas Terminal Depok seluas 3 hektar. Proyek tersebut dikembangkan dengan status BOT (built, operate, and transfer) atau bangun, bina, serah dengan Pemkot Depok selama 30 tahun. Proyek dengan investasi Rp3 triliun bakal dilengkapi lifestyle mall, retail, 3 tower hunian, dan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Termasuk terminal bagi angkutan kota, maupun bus yang melayani rute ke Bandara Soekarno Hatta, Busway dan Trans Depok. Untuk apartemen tersedia pilihan tipe Studio (32 m2), 1 Bedroom (56 m2) dan 2 Bedroom (66-79 m2) yang dijual mulai Rp500 jutaan hingga Rp1,5 miliar.

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR