ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Harga Semen Turun, Saatnya Bangun Rumah

Selasa , 08 Januari 2019 | 09:09
Harga Semen Turun, Saatnya Bangun Rumah
Harga semen cenderung turun (Net)

SEJUMLAH bahan material bangunan mengalami perubahan, diantaranya harga semen turun bekisar Rp.2000 per sak serta harga bata ringan juga lebih murah Rp.25.000,- per meter kubik. Tentunya perubahan harga tersebut sangat menguntungkan bagi industri properti di tanah air. “Ini sangat menguntungkan pada industri properti, karena biaya produksi juga sangat berdampak pada nilai jual rumah yang mereka pasarkan,” ungkap Pengamat Properti Indonesia Toerangga Putra. Namun, perubahan harga bangunan tak sepenuhnya mengalami penurunan. Disisi lain, seperti bahan bangunan tripleks justru mengalami kenaikan Rp. 2000 per lembar.

Sementara itu, diawal tahun politik 2019 suplai rumah subidi diprediksi mampu mendorong pertumbuhan pasar properti. “Suplai rumah subsidi masih mendominasi serta mampu mendorong pertumbuhan pasar properti ditahun politik,” ungkap toerangga.

Kesempatan ini perlu dimafaatkan dengan menjajali kemungkinan membangun rumah untuk tempat tinggal atau sebagai investasi. Berikut panduannya bila ingin membangun hunian mumpung harga semen sedang turun.

1. Tentukan Volume Cor Rumah

Salah satu hal yang paling esensial dalam aktivitas pengecoran rumah ialah perhitungan volume lantai rumah. Hal tersebut tentunya didasarkan pada perhitungan dalam satuan kubik. Sehingganya rumus yang digunakan dalam perhitungan volume cor ialah sebagai berikut :
Volume = Panjang x Lebar x Tebal / Tinggi
Catatan : Tinggi / Tebal pada contoh di atas biasanya senila 0, 12 yang diperoleh dari konversi tebal standar 12 cm plat lantai. Pada umumnya digunakan dalam pengecoran plat lantai atau dak rumah atau ruko. Perhatikan contoh berikut :
Panjang = 10 meter
Lebar = 17, 5 meter
Tebal Plat = 0,12 meter (12 meter)
Pada bagian tiang baloknya diasumsikan telah selesai dilakukan pengecoran.
Dengan demikian perhitungan volume cor menjadi =
Volume = 10 x 17, 5 x 0,12 = 21 meter per kubik
Pertanyaannya adalah berapakah truk mixer yang mestinya dipesan secara khusus untuk lahan cor dengan jumlah volume sebagaimana contoh di atas ?
Catatan = truk mixer berisikan campuran bahan yang digunakan dalam aktivitas pengecoran
Maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
Total Volume : 7 atau jumlah truk mixer ukuran kecil = Total Volume : 3 = Jumlah Truk Mixer Ukuran Besar
Maka :
21 : 7 = 3 truk mixer ukuran besar atau 21 : 3 = 7 truk mixer dengan ukuran kecil
Contoh perhitungan tersebut belum termasuk biaya perhitungan material lain seperti paku, papan, bata merah, dan lain sebagainya.

2. Gunakanlah Besi Beton yang Kokoh

Dalam kegiatan bangun rumah penggunaan beton yang kuat secara otomatis akan lebih efisien dan hemat biaya hingga waktu yang lama dibandingkan dengan penggunaan beton berkualitas rendah yang gampang rapuh.

3. Melakukan Pemastian Terhadap Adukan Semen dan Pasir

Dalam aspek ini sepertinya anda harus turun langsung untuk meninjau di lapangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap komposisi campuran / adukan semen dan pasir. Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan penggunaan bahan baku bangun rumah dilakukan dengan efisien dan terukur. Pencampuran bahan baku dengan komposisi yang tepat juga akan berpengaruh pada hasil serta kualitas bangunan yang baik. Terutama dari sisi pengeluaran anggaran biaya yang dibutuhkan.

4. Konsultasi dengan Ahlinya

Pada aspek ini anda harus melakukan pendekatan dengan ahli di bidang pengecoran rumah. Misalnya dengan arsitek atau bahkan bisa juga dengan pemborong atau pekerja bangunan. Siapa saja yang anda anggap mumpuni dalam bidang ini, maka jangan ragu untuk meminta saran dan konsultasi.

5. Gunakan Jasa Pekerja Bangunan dengan Sistem Borongan

Pada aspek ini adalah bagian eksekusi yang teramat penting dalam aktivitas bangun rumah terutama dalam melakukan pengecoran. Sebaiknya anda menggunakan jasa pengecoran rumah dengan sistem pekerja borongan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan profesionalitas serta efisiensi anggaran biaya cor rumah.

 

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR