ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Lampu Sehat yang Terinspirasi Bunga Matahari

Senin , 05 November 2018 | 12:57
Lampu Sehat yang Terinspirasi Bunga Matahari
Lampu yang ideal untuk membaca, menulis, dan belajar. (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Sebuah terobosan unik dikembangkan Signify, perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pencahayaan. Produk yang dikemas adalah LED Philips MyCare, dengan teknologi Interlaced Optics. Interlaced Optics yang sudah dipatenkan dan diaplikasikan pada bohlam Philips LED baru ini, untuk membantu menyebarkan dan memantulkan cahaya. Polanya mampu mengurangi silau hingga 35%.

Keunikan lampu selain mampu mengurangi silau, desain lampu terinspirasi dari pola biji bunga matahari. Pola ini juga mendistribusikan kembali cahaya, meningkatkan sudut pancaran cahaya, sehingga dapat menerangi area yang lebih luas secara lebih merata. Bohlam LED ini juga menghemat energi hingga 60% dibandingkan dengan lampu fluoresen padat.

“Bohlam Philips MyCare LED dengan Interlaced Optics telah menaikkan standar nyaman di mata bagi lampu LED, meningkatkan faktor-faktor EyeComfort seperti mengurangi silau, tidak berkedip, dan distribusi cahaya yang merata, menjadikannya ideal untuk membaca, menulis, dan belajar,” jelas Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia.

Konsumen di Indonesia dapat menikmati pencahayaan yang nyaman dari Philips MyCare LED dengan Interlaced Optics untuk fiting E27, yang tersedia dalam dua pilihan warna, putih (dingin siang hari) dan kuning (putih hangat), dengan daya 4W, 6W, 8W, 10W dan 12W. Ada juga paket khusus ‘Beli 3 gratis 1’, selama persediaan masih ada.

Orang dewasa dan anak-anak saat ini cenderung menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan layar—ponsel, komputer, tablet, atau televisi. Kekhawatiran ini juga dikemukakan orangtua di Indonesia, dimana 91% setuju bahwa mereka akan membatasi waktu anak-anak mereka di depan layar untuk mencegah rabun jauh.

Para orangtua juga percaya bahwa ada sejumlah faktor lain yang dapat secara signifikan berdampak pada kenyamanan mata anak-anak. Sebanyak 79% orang tua khawatir belajar di bawah kualitas pencahayaan yang tidak memadai dan berkedip akan melelahkan mata anak-anak.

Tiga perempat dari orang tua akan menggunakan lampu berkualitas jika mereka tahu hal itu akan membawa dampak positif pada anak-anak mereka saat belajar.

Sementara, 83% orangtua di Indonesia menyatakan hal yang senada dan setuju bahwa mereka akan mempertimbangkan membeli bohlam berkualitas jika hal itu membantu prestasi anak mereka di sekolah.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR