ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Growing House, Rumah Idaman Sesuai Budget

Kamis , 14 Maret 2019 | 15:32
Growing House, Rumah Idaman Sesuai Budget
Salah satu contoh rumah tumbuh (Net)

BANYAK keluarga muda punya cita-cita membangun rumah yang sesuai dengan seleranya. Namun karena anggaran terbatas, impian rumah ideal hanya sampai di angan-angan. Nah, kenapa tidak mencoba konsep growing house alias rumah tumbuh?

Salah satu keuntungan dari proses membangun rumah secara bertahap ini, selain tentu saja sesuai dengan kemampuan keuangan atau anggaran, adalah di saat kebutuhan akan ruang meningkat di masa depan, Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus membongkar atau merenovasi rumah secara besar-besaran. Anda hanya perlu meneruskan proses pembangunan rumah yang disesuaikan dengan konsep desain dan denah awal. Selain itu, dari sisi kenyamanan pun, rumah akan tetap sehat dan secara struktural dijamin tetap kuat.

Dan jika ada kelebihan dan keuntungan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan menarik buat semua orang, adalah soal Anda sendiri yang memiliki otoritas dan wewenang serta kontrol penuh untuk bisa menentukan jadwal pembangunan rumah. Tentu saja ini bergantung pada kondisi finansial atau keuangan Anda. Sehingga Anda tidak akan terjebak dalam sebuah situasi di mana Anda terikat dengan jadwal cicilan seperti jika Anda membeli rumah dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

Apa Saja yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Membangun Rumah Tumbuh?

Menyesuaikan konsep rumah dengan luas lahan

Jika Anda sudah merasa mantap untuk menerapkan konsep rumah tumbuh, poin penting pertama yang harus diperhatikan adalah membuat blueprint dari rencana pembangunan rumah Anda. Meski terdengar sederhana, membangun rumah membutuhkan dan mengharuskan Anda untuk melalui beberapa tahapan dan proses, salah satunya Anda harus sudah memiliki rencana yang matang, seperti soal tujuan pembangunan rumah, alokasi dana, mendata prioritas kebutuhan ruangan, dan konsep desain rumah rumah tumbuh seperti apa yang diinginkan; apakah Anda akan membuat rumah yang bertingkat (vertikal) atau memperluasnya ke samping (horizontal)? Penting juga untuk diingat bahwa pengembangan rumah sebaiknya tidak mengubah beberapa elemen desain dan arsitektural yang sudah ada, seperti taman, teras, ataupun ventilasi rumah. Bukan saja hal tersebut bisa memakan cukup banyak waktu, tetapi juga akan menambah pengeluaran Anda.

Rencanakan Bahan Bangunan

Anda harus menyusun perencanaan serta kebutuhan bahan bangunan dengan teliti dan sistematis. Jangan sampai ada kesalahan perhitungan yang kelak merugikan Anda. Konsultasikan rencana Anda dengan keluarga dan kenalan Anda yang telah memiliki pengalaman di bidang pembangunan rumah tumbuh sebelumnya. Selanjutnya, lakukan survey ke beberapa toko bahan bangunan dan bandingkan harga yang ada di setiap toko. Pilihlah toko yang menjual bahan bangunan berkualitas baik dengan harga yang masuk akal. Jangan tergiur dengan harga yang terlalu miring, karena bisa saja bahan yang dijual tidak berkualitas. Bagi Anda yang ingin mendapat bahan bangunan dengan harga cenderung lebih murah namun tetap dengan kualitas yang bagus dan kokoh, terdapat alternatif untuk Anda yaitu menggunakan bahan bangunan bekas pakai. Bahan bangunan ‘bekas’ di sini bukan berarti tidak dipakai karena sudah tidak kuat lagi, namun karena memang sudah tidak digunakan. Untuk mengetahui lebih lengkap seputar penggunaan bahan bangunan bekas pakai, baca di sini.

Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Setelah selesai menyusun rencana akan seperti apa pembangunan rumah Anda nanti, langkah selanjutnya adalah menyusun RAB. RAB adalah perkiraan biaya material bangunan, upah tukang bangunan, dan biaya ekstra lain yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan. RAB sangat berguna sebagai pedoman dalam pembangunan agar proses berjalan dengan efisien, efektif, dan lancar. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai RAB dan langkah pembuatannya, baca di sini.

Memperhitungkan Inflasi

Karena proses pembangunan rumah tumbuh terjadi dalam jarak dan jangka waktu yang panjang, Anda perlu memperhitungkan laju inflasi agar anggaran yang Anda siapkan tidak jauh berbeda dengan total pengeluaran sebenarnya. Masukkan jumlah kenaikan harga bahan bangunan ataupun upah tukang bangunan pada RAB sebesar 5-10% setiap tahunnya. Dengan cara ini, Anda dapat memperhitungkan kenaikan biaya pada pembangunan tahap selanjutnya.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR